October 30, 2009
October 28, 2009
Ingat waktu dulu
Belum sampai 3 bulan paska wisuda kemarin, rasanya begitu banyak hal yang telah saya tinggalkan, ya baru sadar saat ini. Aktivitas, kegiatan serta teman-teman yang dulu sering bersama sekarang sudah sulit ditemui kecuali si badul, temen yang bisa ditemui kapan saja dimana saja.
Kegiatan yang monoton sekarang membuat saya merasa dunia sangat lama berputar. Pagi pergi ngantor, denger musik dan belajar corel atau photoshop (kalau lagi nggak ada kerjaan), kalau bosan paling jalan ke mall atau maen kerumah si badul, pulang sore, langsung kerumah trus istirahat. Cuma itu, dan akan terulang lagi keesokan harinya seperti itu lagi. Bosan.
Teringat kalau dulu masih jadi mahasiswa plus aktivis ecek ecek, paling tidak hidup saya sedikit lebih berwarna. Ada saja hal baru yang dapat saya lakukan dan nikmati, kadang juga terpaksa menikmati. Jadi pengen seperti dulu, pulang jam 3 pagi, kadang nggak pulang, ya rumah cuma jadi tempat buat ganti baju dan tidur sekejap. Banyak yang dapat saya lakukan dan saya pun dapat belajar banyak hal nggak hanya nyiapain invoice dan kelengkapan administratif kayak sekarang.
Komunitas tempat saya sekarang pun berbeda dengan teman-teman saya dulu. Harus berhadapan dengan orang-orang yang lebih tua 5 atau 10 tahun dari umur saya. Hanya iya, ok dan kata-kata sopan menghadapi mereka. Tidak seperti dulu selalu saja beda pendapat, adu argumen, marah-marah, emosi naik turun, ledek ledekan, ketawa ketiwi ya biasalah kalo ngumpul sesama teman yang sepantaran umurnya. Paling tidak dinamisasinya lebih kerasa.
O ya, untuk anak-anak LPM (Lembaga Pers Mahasiswa) PARADIGMA Politeknik Batam terima kasih cindera matanya buat kami DPP (Dewan Penasehat PARADIGMA), sudah kami buka bingkisannya semalam (27/10) dan sekarang sudah saya pajang di meja kerja saya, terima kasih. Jangan lupa kami titipkan PARADIGMA kepada kalian, PARADIGMA masih cukup muda, rawatlah ia dan tumbuh kembangkan ia sebesar-besarnya.
[prosesi mencari kesibukan lain, mencoba jd wirausahawan]
0 comments Labels: Celoteh
October 17, 2009
Don't be affraid to fail
“When you’re failing, you’re forced to be creative to dig deep and think hard, night and day. Every company needs people who have been through that. Every company needs people who have made mistakes and then made their mistakes as a great lesson to be better.”
Bill Gates, Chairman Microsoft Corp.
0 comments Labels: life achivement
October 14, 2009
Komitmen…?? (anak luar biasa)
Menarik ketika di suatu pagi saya tertegun menatap chanel stasiun tv asing yang memutar film yang sampai saat ini saya tidak tahu judulnya. Hanya 1/3 bagian yang saya tonton, tidak dari awal dan tidak sampai akhir, yang saya tahu hanyalah seorang remaja belasan tahun dengan 2 ekor anjingnya yang sangat ia sayangi. Bukan film action, perang maupun drama romantika yang mendayu-dayu.
Kisah seorang anak yang sangat luar biasa bagi saya. Bukan karena pintar, cakep maupun pintar berkelahi dan pastinya bukan berlatar belakang keluarga kaya raya seperti sinetron-sinetron indonesia saat ini. Anak seorang penjual kayu bakar dan cucu dari kakek pemilik toko kecil di desa yang sangat terpencil. Ya sangat terpencil.
Seorang anak pemberani dan punya pendirian serta pekerja keras. Kira-kira itu yang dapat saya gambarkan tentang anak itu. Pada usianya yang masih muda ia punya obsesi untuk memiliki hewan peliharaan sendiri, seekor anjing. Hal itupun dibuktikan dengan kerja kerasnya mengumpulkan uang untuk membelinya dari hasil menebang pohon dan menjualnya, sangat banyak kayu bakar yang dihasilkannya. Dan pada akhirnya dia harus membelinya di sebuah kota yang jauh, sehari semalam perjalanan yang harus ia tempuh dengan berjalan kaki, ia pun harus bermalam di hutan yang gelap gulita. Cemas, takut dan pengertian yang luar biasa diberikan oleh orang tuanya yang baik hati.
Bukan hanya itu, luar biasanya anak ini terus berkembang. Setelah punya 2 ekor anjing hasil jerih payahnya, ia pun melatih anjing-anjingnya sebagai pemburu musang/rubah. Bukan hanya melatih, ia menjadikan anjing-anjing (Dann & Ann) miliknya menjadi pemburu paling tangguh ditempatnya. Suatu saat ia pernah bertaruh dengan Dan & Ann, bila Dann & Ann berhasil menangkap rubah, ia akan menebang pohon terbesar yang ada di hutan. Dan ternyata Dann & Ann berhasil, sebagai orang yang punya komitmen ia kemudian ia memenuhi janjinya. Dengan kapak kecil hadiah dari ayahnya anak tersebut mulai menebang pohon yang besarnya 2 kali lingkaran tangannya. Dann & Ann pun menunggu majikannya itu sambil melihat. Waktu pun berjalan cepat, ia terus menebang sampai tangannya lecet, lelah dan terus menebang. Ia pun hampir menyerah pada Dann & Ann, melihat pekerjaan yang terlihat mustahil dilakukannya. Namun ia tak mau kalah dan terus melanjutkannya hingga malam hari dan tertidur dipohon tersebut. Keesokan harinya orang tua dan kakeknya mencarinya, terlihatlah anaknya tersebut sedang menebang kayu. Walaupun begitu ia tetap pada komitmennya dan ayahnya pun mendukung “pakai ini nak jika kau ingin menebang pohon sebesar itu.. (sambil memberikan kapak ukuran besar dan sarung tangan)” serta makanan dari ibunya.
Tak hanya itu, pendirian anak ini memang diatas rata-rata orang. Saat kakeknya menawarkan agar dia dan anjing-anjingnya ikut lomba memburu rubah, ia berkata pada kakeknya “aku telah berjanji pada Dann & Ann tidak akan mengikutkan mereka dalam lomba semacam itu...!!!.” Ia tetap menolak walau diiming-imingi hadiah dan lain sebagainya.
Sungguh anak luar biasa, menjadi inspirasi dan pembelajaran buat saya. Bagaimana cara seseorang lelaki membuktikan komitmen tentang apa yang ia yakini. Kadang manusia mudah terbujuk dengan sesuatu yang menggiurkan ataupun pembiasan tujuan. Tidak mempunyai komitmen yang tegas dan bertanggungjawab. Pada awalnya PUTIH, lambat laun akan menjadi HITAM atau HIJAU atau mungkin juga ABU-ABU.
Do’akan saya menjadi orang yang punya komitmen, jika PUTIH maka harga mati tetap PUTIH sampai kapanpun.
October 2, 2009
What a wonderful World
I see trees of green........ red roses too
I see em bloom..... for me and for you
And I think to myself.... what a wonderful world.
I see skies of blue..... clouds of white
Bright blessed days....dark sacred nights
And I think to myself .....what a wonderful world.
The colors of a rainbow.....so pretty ..in the sky
Are also on the faces.....of people ..going by
I see friends shaking hands.....sayin.. how do you do
Theyre really sayin......i love you.
I hear babies cry...... I watch them grow
Theyll learn much more.....than Ill never know
And I think to myself .....what a wonderful world
The colors of a rainbow.....so pretty ..in the sky
Are there on the faces.....of people ..going by
I see friends shaking hands.....sayin.. how do you do
Theyre really sayin...*spoken*(I ....love....you).
I hear babies cry...... I watch them grow
*spoken*(you know their gonna learn
A whole lot more than Ill never know)
And I think to myself .....what a wonderful world
Yes I think to myself .......what a wonderful world.
Song by: Louis Amstrong
0 comments Labels: Song Review


